Ketika aku melihat sinar matahari terbit, aku seolah tersentak akan ada pintu kehidupan yang sesungguhnya yang sudah menantiku didepan.
Namun jujur aku merasakan langkah kaki ini sangat susah dan berat untuk melangkah maju. Seolah kakiku terbelenggu oleh ketakutanku sendiri.
Takut akan jatuh, takut akan sendiri, takut akan dilupakan, dan segala macam ketakutan lainnya.
I’m believe that God always beside me kata-kata itu yang mampu menenangkanku sejenak dan membuatku berucap “jangan ambil mereka dari hidupku”.
Yah, kalian.. kalian yang selalu menjadi teman disaat aku kesepian.
Kalian yg selalu menjadi ayah disaat aku takut.
Kalian yang selalu menjadi ibu ketika aku butuh untuk didengarkan.
Kalian yang selalu menjadi kakak untuk menjahiliku.
Kalian yang selalu menjadi adik yang menguji kesabaranku.
Kalian yang selalu menjadi sahabat ketika aku ingin melangkah.
Kalian yang selalu menjadi nenek yang selalu memberikan pesan-pesan bijaksana.
Kalian yang selalu menjadi kakek yang menguatkan ketika aku jatuh.
Itu semua kalian, memang benar kalian..
Tak perduli apakah kalian masih mau menanggapku ada atau tidak.
Tak perduli apakah aku dianggap berlebihan.
Tak perduli apakah aku manusia yang munafik.
Tak perduli apakah aku seorang yang buruk.
Kalian tetap selalu ada buatku, tetap setia disini menungguku kembali ketika aku lupa untuk pulang.
Memang tak semua dari kalian mampu bertahan denganku, namun ku hargai kalian yang sudah mau “mensia-siakan” waktunya hanya untuk aku.
Tanpa kalian yang pernah mampir kehidupku, aku takkan pernah tau betapa sakitnya rasa kehilangan itu.
Betapa menyesalnya aku ketika aku tak mampu mempertahankan kalian disisiku.
Dan kalian yang masih mau menjadi cerita dihidupku, ku ucapkan banyak terimakasih.
Terlalu banyak senyum, air mata, kesedihan, kebahagian dan lain sebagainya yang aku lewatkan bersama kalian.
Darah memang lebih kental dari pada air, namun persahabatan yang suci lebih kekal dibanding apapun.
Terima kasih, terima kasih dan terima kasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar