Rabu, 30 Mei 2012

sesal

dulu, aku masih seorang anak manusia yang tak tahu apa arti cinta
tak tahu definisi cinta
tak bisa merasakan cinta yang kau rasa

semua membelamu termasuk sahabat baikku, dan itu membuatku jengkel
membuat kesal dan ilfeel denganmu

dan ketika kau kubuang, aku merasa lega
aku senang dan merasa tak ada beban lagi dihidupku

tapi kenapa ketika kamu dengannya aku merasa ada yang aneh dihatiku ?
sesuatu yang membuatku merasa sesak, tak mampu untuk bernafas

dan kini aku tau, sebenarnya yang aku butuh itu kamu
cuma kamu..
namun sudah terlambat

matahari terbenam part 1


Kak Erik adalah sesosok pria yang cerdas. Seoranng pria idaman para wanita diluar sana. Sedangkan aku, gadis kecil yang terpikat olehnya. Saat itu aku masih berusia 16 tahun dan kak Erik berusia 1 tahun lebih tua dariku. Wajar saja jika seusiaku aku tertarik oleh lawan jenis, apalagi seperti kak Erik yang begitu sempurna dimataku.
Minggu itu aku dan dia berencana pergi ke tempat penangkaran penyu yang ada di bali. Saat itu kami sedang libur sekolah dan kami bosan dengan suasana rumah yang monoton. Perjalanan itu kami tempuh dengan naik sepeda motor berdua dalam waktu 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, seolah alam menunjukkan keelokkannya kepada mata kami. Seolah alam tau kalau kami berdua bosan dengan suasana kota yang selalu padat dan tak pernah tidur. Sangking asyiknya aku melamun kak Erik memanggil namaku hingga 3 kali supaya aku terbangun dari mimpiku. “Hah, dasar Citra bodoh, sampe di ketawain kak Erik kan.. malu deh pasti”, gumaku dalam hati. “Sudah, jangan malu gitu, makin cantik deh kalo pipinya merah kayak gitu..”, kata Erik. “Ah, bisa aja deh kakak ini. Masuk yuk, penyunya lucu-lucu tuh pasti”, ajakku. “ayo cit, aku juga udah ga sabar”, ujar erik.
Setelah itu kami masuk dan bertemu dengan orang yang sudah membuat janji dengan kami. “Pacarnya ya nak Erik ?”, ujar petugas. “bukan pak, ini tetangga dekat saya. Saya sudah mengganggapnya sebagai adik saya. Dari kecil kami sudah kenal jadi kami sering berlibur bersama seperti ini”, jelasnya. Ketika mendengar kata adik, hatiku seolah merasakan sesuatu yang tak ku ketahui apa maknanya. Namun aku mencoba mengalihkan perhatianku dengan fokus menyimak penjelasan dari petugas penangkaran. Begitu menyenangkannya menangkar penyu. Penyu yang spesiesnya hampir punah karna diburu oleh manusia-manusia tak bertanggung jawab.
“Citra, muka kamu kotor tu..”, ungkap Erik. “Hah, serius kak ? dimananya ?”, balasku kaget. “Sini aku bersihin aja”. Sambil menggenggam tanganku dan menariknya dengan pelan dia berkata seperti itu, lalu mengambil sapu tangannya yang dibordir dengan inisial namanya. Entah angin apa yang hinggap di hatiku yang mampu mebuatku merasakan sesuatu yang tak biasa. Dan tiba-tiba Kak Erik membangunkanku dari khayalan dengan berkata “Sudah, yuk lanjutin.. kasian penyunya loh di anggurin”. Aku langsung menganggukan kepala dan mengucapkan terima kasih kepadanya.
Dari pagi hingga matahari hampir tenggelam aku dan kak Erik bersama-sama membantu tempat penangkaran penyu tersebut. “Terima kasih banyak Erik dan Citra sudah mau membantu merawat penyu-penyu ini. Padahal kalian sedang liburan tapi masih mau membantu kami. Andai banyak anak muda yang seperti kalian”, ujar perpisahan petugas itu dengan kami. “Bapak jangan gitu ahh, kami kan jadi malu. Itu perbuatan yang biasa kok pak. Tidak sehebat apa yang bapak dan kawan-kawan lakukan setiap harinya”, ujarku. “iya bener pak. Kami juga berterima kasih kepada Bapak karna sudah mau mengajarkan kami ilmu merawat penyu yang baik”, sambung Erik. “Baiklah kalau begitu, sudah hampir terbenam matahari.. kalian harus segera pulang agar tidak kemalaman”, jelas petugas. “iya pak, terima kasih pak. Kami permisi dlu”, pamit Erik. Lalu aku mengikuti langkah Erik yang sedikit lebih awal dariku. Lalu mendadak dia berhenti dan menggandeng tanganku. Dan perasaan itu muncul lagi. Seharian ini perasaan aneh itu muncul terus dalam hatiku. Namun apa nama perasaan itu ? aku tersentak dengan indahnya sinar matahari terbenam yang coba ditunjukkan kepadaku oleh Erik.
“Bagus kan mataharinya cit ?”, tanya erik. “iya kak, bagus banget. Andai tiap hari bisa liat kaya gini terus. Pasti gak ada tuh yang namanya galau-galau lagi. Hahaha”, godaku. “Hahaha, darimana kamu dengar kata galau itu ? gaul banget sih kamu ini ?”, sambil mengelus kepalaku. “dari kakak lah pasti, kan kakak anak gaul. Hahaha”, ungkapku. “kamu tuh ya, bisa aja kalo godain aku. Oh ya, kamu tadi kok bisa ngomong gitu waktu pamitan ?’, tanyanya. “ngomong yang gimana kak ?”, aku menatapnya bingung. “elakkan saat dipuji. Dewasa banget omongan kamu tadi”, seraya membalas tatapan heranku tadi. Sorot matanya yang tajam itu membuatku terdiam sejenak, seraya mencoba menelaah arti rasa yang datang lagi saat itu didiriku. “aku ngomong gitu soalnya sering banget kakakomongin kalo habis dipuji orang. Jadi dengan kata lain aku jiplak kakak. Hahaha”, ujarku.
“hahaha, gak jiplak kok. Kamu lebih keliatan keren saat ngomong gitu tadi.”, balasnya. “yes, aku dipuji kak Erik. Harus update status nih. Hahaha”, ejekku. “kamu itu ya, lucu deh.. bikin hari ini berkesan banget. Makasih yah udah mau ikut aku main kesini.”, ungkapnya. “sama-sama kak.. pulang yuk, ngantuk nih”, ajakku. “ayo”, balasnya. Suasana pulang saat itu aku tertidur dengan posisi memeluknya diatas motor. Begitu nyaman, serasa tidur diatas kasur yang harganya triliunan rupiah. Rasanya begitu tenang dan damai.
Tak terasa aku sudah sampai dirumah. Aku langsung dibangunkan oleh Kak Erik yang tak tega melihatku merasakan capek. “Sudah sana masuk, langsung mandi dan tidur ya. Have nice dream. Besok aku BBM”, jelasnya. “iya kak. Nice dream too”, balasku. Setelah suara motornya menghilang aku baru masuk rumah dan langsung menuju kamarku. Aku segera mandi dan tidur sesuai dengan suruan kak Erik. Sejak kapan aku jadi penurut ? mendadak fikiran itu terbersit diotakku. “Hah, sudahlah”, sangkalku sendiri. Tiba-tiba bibi menyuruhku turun untuk makan malam dengan ayah dan mamaku serta kakakku.
“kamu kenapa dek ?”, tanya kakakku. “emm, Cuma capek aja kok kak.”, jawabku. “ohh. Gimana tadi liburannya ? seru gak?”, tanyanya lagi. “Seru kok. Tapi ya gitu aku ngerasain perasaan yang aneh”, terangku. “Aneh gimana maksudnya?”, katanya heran.
*BERSAMBUNG*

Kamis, 24 Mei 2012

bahagia

semua jalan hidup ini adalah skenario dari sang punya hidupketika kita sedih, tertawa, marah, kesal dan lain sebagainya adalah jalan yang harus kita tempuhnamun, kini aku tau bahwa kebahgiaan adalah pilihanjika hari itu kita ditakdirkan untuk sedih namun kita memilih dan mampu mengubah takdir itu menjadi bahagia, maka seketika itu juga perasaan kita akan bahagiaBahagia itu sederhana,banyak yang menciptakan lagu dengan berbagai macam note yang sulit, namun hanya dengan sebuah lagu anak-anak kita mampu tertawa bahagia dengan keluarga dan teman-teman yang kita sayangBahagia itu nikmat,bagai kenikmatan hidup hidup yang ada disurgadan yang mampu membuat aku merasa bahagia adalah ketika aku melihat kamu, duduk bersama dan melihat kamu berdoahanya kamu dan akuberbagi rasa, berbagi waktuberbagi suka, berbagi perihseolah tak ada yang aku perdulikan lagimeskipun terkadang fikiranku hanya untukmu, namun aku tau bahwa kita tak mungkin bersatuterlalu ada jurang yang dalam antara kitajurang yang dalam untuk membuang semua kenangan yang akan selalu membuat aku berharap padamuharapan yang tak akan mungkin terjadiharapan yang tidak mampu aku ubah menjadi nyatanamun aku tau, mukjizat masih adatapi tidak dalam kasus inidisaat seperti inilah teman-teman yang ketika aku bersamanya tidak kuperdulikan datang dengan tulus ikhlas membawa pelukan hangat untuk menenangkankumeminjamkan bahunya untuk tempatku menangisrela memberikan waktunya hanya untuk mendengarkan ceritaku yang seperti telenovelaitulah hatihati yang selalu rindu akan rasa bahagiaentah bahagia dari teman, orang tua, sahabat, termasuk seseorang yang special
aku, hari ini kuputuskan untuk bahagia
bahagia untuk hidupku dan orang-orang yang menyayangiku :)

Rabu, 23 Mei 2012

doa terakhir untukmu

nan jauh disana kau mungkin bahagia denganya,
entah masih sempat terbersit diriku atau tidak
sejenak, ku bersejud kepadaNya, memohon ampun seraya berdoa untuk kelak dimasukkan kedalam surgaNya
entah apa yang terelintas di otakku saat itu ? wajahmu, seolah membuatku tak mampu berkata-kata lagi
bibir ini seakan-akan tak mempunyai kekuatan sekecil apapun untuk menggerakkannya
namun, hati dan fikiranku masih tetap saj terfokus akan ibadah yang kulakukan

entah dari mana datangnya fikiran itu
namun tanpa sadaar aku berdoa kepadaNya untuk memberikan aku keikhlasan lebih dan lebih untuk menerima semua kenyataan tentangnya
kenyataan yang terkadang menyayat hati, namun terkadang pula memberi nafas kelegaan hati

aku ingat bagaimana pertama kali aku bertemu denganmu
hanya aku dan hati ini yang tau, tak ada seorang yang lain yang tau dan akan ku beri tau.

Tuhan, bahagiakan dia dengannya
itulah kalimat terakhirku didalam doaku saat itu

kamu

KAMU 

kamu, sesosok pria yang beranjak dewasa
yang terkadang terbelenggu oleh kegamangan hati yang tak mampu kau tutupi
entah apa yang membuatku merasa seperti ini..
rasa yang terkadang aku suka namun juga membawa siksaan rasa di dalam diri

kamu ? mungkinkah kamu spesial dimataku ?
tidak, aku hanya terpesona sesaat olehmu,.

hayalan saat malamku seolah "setan" yang coba menggodaku untuk selalu memikirkanmu
hanya TUHAN yang mampu membantuku melupakanmu,
semua fakta tentangmu, perlahan-lahan hadir di depanku dan seolah-olah menjadi alasan utamaku untuk menjauhimu..
dan kini, berbahagialah kau dengan dia..

Kamis, 17 Mei 2012

cerpen "Penerbangan Terakhir"


Heningnya sepi malam itu terpecah oleh suara kerabat dan para tamu yang satu persatu berdatangan menghadiri undangan tahlil doa bersama pukul 20.00 wib ba’da isya. Semua orang disitu termasuk seorang wanita paruh baya tak mampu menahan tangis ketika perlahan-lahan lantunan ayat suci Al-Qur’an dilafalkan.
Ismiyati                : apakah ibu mampu menahan tangis sebentar saja untukku ? aku tak ingin melihatmu menagngis bu.. kumohon (tertunduk dan terduduk lemas). Seharusnya, aku.. aku menjadi karyawan telivisi tersebut..
Pikiran Ismiyati pun melayang ke masa lalu.
Ibu         : tidak ! ibu tidak setuju. Pekerjaan yang sudah kau lakukan selama 6bulan terakhir adalah pekerjaan yang tepat untukmu. Kenapa kau ini mengundurkan diri?
Ismiyati                : aku tidak merasa nyaman ibu, aku bosan dengan pekerjaan yang terlalu dijadwal seperti itu.. aku ingin tantangan setiap harinya.
Ayah      : lalu pekerjaan apa yang kau inginkan ?
Ismiyati                : aku ingin menjadi seorang jurnalis ayah, pekerjaan yang kurasa cocok denganku.. dan aku melihat di telivisi ada sebuah lowongan di salah satu stasiun telivisi nasional.
Ayah      : Nasional ? berarti merantau ke jakarta ? benar begitu ?
Ismiyati                : iya ayah
Ibu         : tidak !! kamu itu anak perempuan, anak gadis. Apa kata orang kamu merantau sendiri ? tidak, ibu tidak mengizinkan.
Ismiyati                : tapi bu, akumerasa bahagia bila bisa diterima disana. Kumohon bu, izinkan akau..
Ibu         : tidak, sekali tidak yah tidak. (beranjak dari tempat duduk dan pergi)
Ayah      : apa kamu yakin dengan keputusanmu ini nak ? pikirkan dengan matang terlebih dahulu dan ayah akan berusaha membunjuk ibumu.. (menhampiri ismi dan menepuk bahunya seraya pergi menyusul istrinya)
Ismiyati                : baik ayah.. pekerjaan itu yang aku inginkan. Aku tak bisa membohongi hatiku. Tuhan, berikanlah aku ridho-Mu
                Keesokan harinya
Ayah      : ismi, kemari nak..
Ismi        : iya ayah..
Ayah      : ini..(menjulurkan sebuah amplop coklat)
Ismi        : (menerima amplop itu) apa ini yah ?
Ayah      : itu bekal untukmu ke Jakarta
Ismi        : Jakarta ? jadi ayah dan ibu..
Ibu         : iya ismi, jika memang kamu bahagia ibu akan berusah meridhoi apa yang kamu pilih asal kamu mampu menjaga kepercayaan ibu dan ayah.
Ismi        : (melihat amplop sesaat dan terharu) ayah ibu, terimakasih banyak.. (memeluk kedua orang tuanya)
                Setelah itu, ismi beranjak mengabari teman dekatnya seraya berpamitan
Lila          : serius boleh kejakarta ? wih, asik dong.. jangan lupa sama gue yah disana
Ismi        : mana mungkin.. loe kan temen curhat gue.. doain gue yah
Lila          : pasti mi, sukses yah
Ismi        : thanks yah,gue berangkat dulu.. assalamualaikum
Lila          : walaikumusalam
                Pukul 5, kereta yang akan menghantar ke jakarta pun tiba. Perlahan ismi menaiki kereta tersebut. Meski tak mudah untuk menaikinya karena harus berebut dengan banyak orang, namun gadis 23 tahun itu tetap semangat. Wwajahnya nampak tak sabar melihat ibu kota negaranya yang hanya bisa ia lihat di televisi. Sesekali, ia sudah membayangkan dirinya berpakaian seragam seorang karyawan telivisi. Nampak cantik, tegas, penuh semangat dan ceria. Ya, itulah gambaran yang beberapa kali terlintas dibenaknya. Sesampainya di stasiun Gambir.
Ismi        : (melihat sekeliling dan bergumam) akan ku taklukan kau jakarta
                Dari stasiun gambir pun, langkahnya menuju sebuah kos-kosan dekat dengan stasiun telivisi tempat ismi akan melamar kerja.
Ismi        : sebegitu megahnya tempat itu. Ya ALLAH Ya Tuhanku, lancarkanlah usahaku esok hari untuk melamar pekerjaan agar tak mengecewakan orangtuaku. Amin.. tidur dulu deh, (mengunci pintu kamar kosnya)
Suara adzan subuh itu membangunkan dirinya dari istirahatnya. Setelah ia melakukan ibadah, segera ia bergegas dengan keperluannya untu melamar kerja. Wajahnya nampak sumringah dan bersemengat. Semangat anak bangsa yang sudah jarang ditemukan di pagi harinya kota  jakarta. Sepanjang perjalanan menuju halte bis, tak lupa ia menyapa tetangganya yang masih baru ia kenal beberapa jam yang lalu. Namun itulah ismi, seorang wanita yang tak sombong, supel, ramah dan pandai bergaul. 5 menit menunggu, akhirnya bis yang akan menghantarnya ke stasiun telivisi itu tiba. Dan hanya dengan perjalanan 10 menit ia sampai di tempat tujuannya.
Ismi        : (berdoa dalam hati) ayah, ibu..doakan ismi hari ini.. bismillah.
                segeralah ia melangkahkan kakinya ke lantai 2 gedung televisi tersebut. Dan sesampainya disana..
Ismi        : permisi.. (mengetuk pintu)
Direktur: silahkan masuk..
Ismi        : (membuka pintu dan duduk di depan direktur) selamat pagi pak.
Direktur: selamat pagi, kamu mau melamar pekerjaan ?
Ismi        : benar pak, ini lamaran saya..
Direktur: asal kamu dari mana ?
Ismi        : asal saya dari serang banten pak..
Direktur: oke, lulusan dari ?
Ismi        : saya lulusan dari salah satu perguruan tinggi di serang jurusan sastra jepang.
Direktur: baiklah, saya baca dulu lamaran kamu ini, pengumuman penerimaannya via telepon. Dan pihak kami akan menelpon kamu di nomor yang tercantum di lamaran kamu.
Ismi        : baiklah pak. Terima kasih kalo begitu dan saya permisi dulu.
Direktur: iya, silahkan..
                Wajahnya nampak puas setelah keluar dari ruangan itu, meski tak dapat dipungkiri hatinya masih harap-harap cemas dengan hasilnya. Hingga dikosannya pun fikirannya hanya tertuju pada hasil wawancara tadi pagi. Hingga pagi hari keesokan harinya, tangan dan matanya tak henti-hentinya melihat handphonenya dengan harapan ada kabar baik. Dan tiba-tiba.,
Ismi        : (mengangkat  telepon) halo assalamualaikum..
Direktur: walaikumsalam, benar dengan saudari ismiyati ?
Ismi        : iya benar, ini siapa ?
Direktur: ini dari pihak Trans Tv. Kami hanya ingin mengabarkan kalau anda diterima bergabung bersama kami. Dan kami harap besok anda bisa datang ke kantor.
Ismi        : Alhamdulillah.. terima kasih pak.. pasti besok saya datang kesana pak..
Direktur: baiklah kalau begitu, selamat siang.
Ismi        : selamat siang. Alhamdulillah.. terima kasih ya ALLAH atas rezekimu.. aku harus menghubungi ibu dan ayah untuk kabar baik ini.
              Kabar itu memang sudah ditunggunya, dan harapannya pun kini menjadi kenyataan. Hari demi hari, dilaluinya. Hingga pada bulan terakhir masa trainingnya, ia mendapat tugas untuk meliput pesawat SUKHOI SUPER JET 100 yang akan melakukan joy flight pada hari rabu 09 Mei pukul 14.00. ismi begitu bersemangat karena sewaktu kecil dia sempat bercita-cita menjadi seorang pramugari. Dan pada saat di kosannya..
Ismi      : (adegan menelpon) walaikumsalam ibu. Bu, ismi mau minta izin untuk meliput dipesawat sukhoi pada hari rabu lusa bu. Ini bukan pesawat tempur bu, kali ini sukhoinya pesawat sipil. Jadi InsyALLAH aman bu. Ibu, berikan restumu bu, Ismi sangat ingin meliput disana, ismi ingin naik pesawat bu. Serius bu, terimakasih ya bu atas restunya. Besok ketika ismi mau berangkat akan ismi telfon ibu lagi. Ya sudah kalau begitu bu, assalamualaikum. Alhamdulillah ya ALLAH, aku sangat tidak sabar untuk hari rabu esok.
              Di serang, banten. Rumah orang tua Ismi..
Ayah    : (menghampiri ibu yang menutup telefon) siapa yang telefon bu ?
Ibu       : itu tadi Ismi minta restu untuk meliput di pesawat Sukhoi esok rabu.,
Ayah    : lalu ? itu kan pesawat tempur ?
Ibu       : ya ibu mengizinkan karena ternyata itu bukan pesawat tempur tapi pesawat sipil dalam rangka promosi di Indonesia.
Ayah    : pasti Ismi senang, impian dia naik pesawat terwujud juga akhirnya..
Ibu       : doakan saja lah yah, anak itu memang selalu mampu membuktikan niat dan ambisinya..
Ayah    : insyALLAH bu, tadi ayah mau mengajak ibu kerumah temen ayah. Ada urusan yang harus ayah selesaikan. Ibu mau ikut ?
Ibu       : kalau memang tidak lama ibu mau ikut.
Ayah    : paling Cuma 1 jam bu, ayo kalau ibu mau ikut ?
Ibu       : ibu ganti baju dulu yah, sebentar saja..
Ayah    : baiklah, ayah tunggu diluar kalau begitu.
              Hari rabu pun tiba. Dari pagi, suasana hatinya tak menentu.. seakan ada bom waktu yang akan membuat harinya bahagia pada saat itu. Tak lupa ia mengabari sang kekasih untuk memohon izin dan restu meski hanya via BBM (BlackBerry Messanger). Setelah ismi mengabari sang kekasih, ia pun mengabari kedua orang tuanya bahwa ia telah berada di Bandara Halim Perdana Kusuma untuk melakukan liputan.
Ismi      : (adegan menelfon) ismi minta izin, 5 menit lagi ismi mau liputan di dalam pesawat. Doakan ismi selamat dan tidak ada kendala apapun ya ibu, ayah.. baiklah bu, ismi tutup dulu telefonnya, assalamualaikum.
Aditya : (menhampiri ismi) ayo naik, nanti kita ketinggalan. Kamu sudah siap kan ?
Ismi      : sudah bang, tapi jujur aku deg-degan. Baru kali ini aku naik pesawat..
Aditya : sudah, jangan nervous. Ayo.. kamera dan semuanya sudah siap.. jangan lupa berdoa sebelum pesawat landing.
Ismi      : ok bang..
              Dan pukul 14.01 pesawat pun mengudara di angkasa. Semuanya nampak baik-baik saja dan terlihat tidak ada kendala. Liputan ismi dan aditya ketika pesawat terbangpun nampak sangat bagus dan mengesankan. Namun, tiba-tiba suasana dalam pesawat kacau. Lampu darurat di dalam pesawat tiba-tiba menyala, merah berbinar berkelap-kelip. Kantong udara jatuh dari atas bangku penumpang. Peswat bergoncang beberapa saat, seluruh penumpang panik hingga tidak ada yang sempat melihat apa yang terjadi. Beberapa penumpang hingga tersungkur dari tempat duduknya karena guncangan tadi. hanya terdengar riuh penumpang dan lantunan memohon ampun kepada Tuhan. Beberapa saat tiba tiba pesawat berhenti berguncang namun para penumpang segera sadar jika pesawat sedang terjun bebas, siap menghantam bukit  dibawahnya.
Ismi      : bang adit, Aku takut bang..
Aditya : berdoa saja dek.. ALLAHUAKBAR..
Ismi      : bang kalau ismi ada salah ismi minta maaf, ALLAHUAKBAR,.. ASTAGFIRLLAH..
              Dan mendadak semua gelap, entah berada dimana ini. yang ia tau hanya pesawatnya mengalami kecelakaan. Suasana di kantor pun tak kalah riuh ketika pihak kantor mendapat berita bahwa pesawat SUKHOI SUPER JET 100 yang di tumpangi rekan mereka dinyatakan menghilang. Seketika itu juga pihak kantor juga menghubungi orang tua dari mereka berdua.
              Keadaan di Serang..
Ayah    : (menggenggam telefon) apa ? kenapa bisa ? baiklah saya akan ke sana sekarang (menutup telefon). Bu, ibu.. ismi bu..
Ibu       : ada apa ayah ? ismi kenapa ?
Ayah    : pesawat ismi hilang bu, anak kita ibu..
Ibu       : Astagfirllah.. yah, ayo kita ke Jakarta sekarang.
Dengan paniknya, dua orang manusia itu bergegas ke Jakarta dan langsung menuju ke bandara untuk mengetahui nasib anak mereka. Kesimpang siuran kabar yang ada di bandara itu membuat hati kedua orang tua ismi pun semakin miris dan tak bisa membayangkan nasib anaknya sekarang. Dan pada kamis sore, pihak bandara pun memberikan konfresi pers bahwa pesawat ditemukan dalam keadaan hacur di sebuah tebing di gunung lak yang memiliki tingkat kecuraman hampir  90 derajat dan sudah ditemukan 12 penumpang dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang tidak utuh. Hati orang tua mana yang tak miris mendengar berita itu. Hanya untaian doa dan harapan yang kini bisa mereka ucapkan. Tidak hanya orang tua ismi, rekan dan para sahabatnya pun tak pula iku merasakan kerisauan hati orang tua ismi.
Ibu         : ya ALLAH, anakku.. ismi.. selamatkan dia ya ALLAH.. selamatkan putriku ya ALLAH..
Ayah      : istigfar bu, kirim doa saja sekarang bu..
Ibu         : ibu kasian sama ismi yah, ibu takut ismi kenapa-kenapa..
Rekan2 : sabar bu, istigfar,. Tim basarnas juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Tawakal bu..
Ibu         : astagfirllah, ya ALLAH ya tuhanku..
                Memang tak mudah untuk mengevakuasi korban serta puing pesawat di daerah dengan kondisi yang sedemikian itu. Dengan kondisi seperti itu, maka wajar butuh waktu yang cukup lama. Dan sabar serta tawakallah yang mampu dilakukan oleh keluarga korban serta orang tua Ismi. Siapa yang mau mendapat musibah seperti ini. bak pepatah, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Dan kini, hanya doa yang mampu tercurahkan dan teruntai. Yah, lamunan itu tanpa sadar membuat air mata Ismi menetes dan akhirnya ia segera bergegas untuk menghapusnya.
Ismi        : astagfirllah, sudah cukup aku megingat ini semua. Ini sudah takdir dari yang maha kuasa. Ibu, ayah.. jika Ismi ada salah maafkan ismi ya bu.. terimakasih atas semuanya.
                Dan tiba-tiba angin kencang datang seolah-olah menyeret Ismi secara perlahan-lahan untuk meninggalkan lokasi itu. Seolah-olah waktunya telah habis dan saatnya dia menghadap sang Ilahi. Namun, satu yang pasti bahwa orang tuanya, sahabat, dan orang yang mengenalnya  akan terus menyayanginya dan akan mengapresiasi kinerja selama ini. 

NB: karya ini terinspirasi dari Tragedi Pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang mengalami kecelakaan di Gn. Salak. ini hanya penggambaran melalui sudut pandang saya sebagai penulis. tidak semua peristiwa yang ada disini real. terimakasih yang telah mau membaca. mohon untuk tidak di copy.
semoga semua korban yang meninggal diterima disisiNya, amin.