Heningnya sepi malam itu terpecah oleh suara kerabat dan para tamu yang satu persatu berdatangan menghadiri undangan tahlil doa bersama pukul 20.00 wib ba’da isya. Semua orang disitu termasuk seorang wanita paruh baya tak mampu menahan tangis ketika perlahan-lahan lantunan ayat suci Al-Qur’an dilafalkan.
Ismiyati : apakah ibu mampu menahan tangis sebentar saja untukku ? aku tak ingin melihatmu menagngis bu.. kumohon (tertunduk dan terduduk lemas). Seharusnya, aku.. aku menjadi karyawan telivisi tersebut..
Pikiran Ismiyati pun melayang ke masa lalu.
Ibu : tidak ! ibu tidak setuju. Pekerjaan yang sudah kau lakukan selama 6bulan terakhir adalah pekerjaan yang tepat untukmu. Kenapa kau ini mengundurkan diri?
Ismiyati : aku tidak merasa nyaman ibu, aku bosan dengan pekerjaan yang terlalu dijadwal seperti itu.. aku ingin tantangan setiap harinya.
Ayah : lalu pekerjaan apa yang kau inginkan ?
Ismiyati : aku ingin menjadi seorang jurnalis ayah, pekerjaan yang kurasa cocok denganku.. dan aku melihat di telivisi ada sebuah lowongan di salah satu stasiun telivisi nasional.
Ayah : Nasional ? berarti merantau ke jakarta ? benar begitu ?
Ismiyati : iya ayah
Ibu : tidak !! kamu itu anak perempuan, anak gadis. Apa kata orang kamu merantau sendiri ? tidak, ibu tidak mengizinkan.
Ismiyati : tapi bu, akumerasa bahagia bila bisa diterima disana. Kumohon bu, izinkan akau..
Ibu : tidak, sekali tidak yah tidak. (beranjak dari tempat duduk dan pergi)
Ayah : apa kamu yakin dengan keputusanmu ini nak ? pikirkan dengan matang terlebih dahulu dan ayah akan berusaha membunjuk ibumu.. (menhampiri ismi dan menepuk bahunya seraya pergi menyusul istrinya)
Ismiyati : baik ayah.. pekerjaan itu yang aku inginkan. Aku tak bisa membohongi hatiku. Tuhan, berikanlah aku ridho-Mu
Keesokan harinya
Ayah : ismi, kemari nak..
Ismi : iya ayah..
Ayah : ini..(menjulurkan sebuah amplop coklat)
Ismi : (menerima amplop itu) apa ini yah ?
Ayah : itu bekal untukmu ke Jakarta
Ismi : Jakarta ? jadi ayah dan ibu..
Ibu : iya ismi, jika memang kamu bahagia ibu akan berusah meridhoi apa yang kamu pilih asal kamu mampu menjaga kepercayaan ibu dan ayah.
Ismi : (melihat amplop sesaat dan terharu) ayah ibu, terimakasih banyak.. (memeluk kedua orang tuanya)
Setelah itu, ismi beranjak mengabari teman dekatnya seraya berpamitan
Lila : serius boleh kejakarta ? wih, asik dong.. jangan lupa sama gue yah disana
Ismi : mana mungkin.. loe kan temen curhat gue.. doain gue yah
Lila : pasti mi, sukses yah
Ismi : thanks yah,gue berangkat dulu.. assalamualaikum
Lila : walaikumusalam
Pukul 5, kereta yang akan menghantar ke jakarta pun tiba. Perlahan ismi menaiki kereta tersebut. Meski tak mudah untuk menaikinya karena harus berebut dengan banyak orang, namun gadis 23 tahun itu tetap semangat. Wwajahnya nampak tak sabar melihat ibu kota negaranya yang hanya bisa ia lihat di televisi. Sesekali, ia sudah membayangkan dirinya berpakaian seragam seorang karyawan telivisi. Nampak cantik, tegas, penuh semangat dan ceria. Ya, itulah gambaran yang beberapa kali terlintas dibenaknya. Sesampainya di stasiun Gambir.
Ismi : (melihat sekeliling dan bergumam) akan ku taklukan kau jakarta
Dari stasiun gambir pun, langkahnya menuju sebuah kos-kosan dekat dengan stasiun telivisi tempat ismi akan melamar kerja.
Ismi : sebegitu megahnya tempat itu. Ya ALLAH Ya Tuhanku, lancarkanlah usahaku esok hari untuk melamar pekerjaan agar tak mengecewakan orangtuaku. Amin.. tidur dulu deh, (mengunci pintu kamar kosnya)
Suara adzan subuh itu membangunkan dirinya dari istirahatnya. Setelah ia melakukan ibadah, segera ia bergegas dengan keperluannya untu melamar kerja. Wajahnya nampak sumringah dan bersemengat. Semangat anak bangsa yang sudah jarang ditemukan di pagi harinya kota jakarta. Sepanjang perjalanan menuju halte bis, tak lupa ia menyapa tetangganya yang masih baru ia kenal beberapa jam yang lalu. Namun itulah ismi, seorang wanita yang tak sombong, supel, ramah dan pandai bergaul. 5 menit menunggu, akhirnya bis yang akan menghantarnya ke stasiun telivisi itu tiba. Dan hanya dengan perjalanan 10 menit ia sampai di tempat tujuannya.
Ismi : (berdoa dalam hati) ayah, ibu..doakan ismi hari ini.. bismillah.
segeralah ia melangkahkan kakinya ke lantai 2 gedung televisi tersebut. Dan sesampainya disana..
Ismi : permisi.. (mengetuk pintu)
Direktur: silahkan masuk..
Ismi : (membuka pintu dan duduk di depan direktur) selamat pagi pak.
Direktur: selamat pagi, kamu mau melamar pekerjaan ?
Ismi : benar pak, ini lamaran saya..
Direktur: asal kamu dari mana ?
Ismi : asal saya dari serang banten pak..
Direktur: oke, lulusan dari ?
Ismi : saya lulusan dari salah satu perguruan tinggi di serang jurusan sastra jepang.
Direktur: baiklah, saya baca dulu lamaran kamu ini, pengumuman penerimaannya via telepon. Dan pihak kami akan menelpon kamu di nomor yang tercantum di lamaran kamu.
Ismi : baiklah pak. Terima kasih kalo begitu dan saya permisi dulu.
Direktur: iya, silahkan..
Wajahnya nampak puas setelah keluar dari ruangan itu, meski tak dapat dipungkiri hatinya masih harap-harap cemas dengan hasilnya. Hingga dikosannya pun fikirannya hanya tertuju pada hasil wawancara tadi pagi. Hingga pagi hari keesokan harinya, tangan dan matanya tak henti-hentinya melihat handphonenya dengan harapan ada kabar baik. Dan tiba-tiba.,
Ismi : (mengangkat telepon) halo assalamualaikum..
Direktur: walaikumsalam, benar dengan saudari ismiyati ?
Ismi : iya benar, ini siapa ?
Direktur: ini dari pihak Trans Tv. Kami hanya ingin mengabarkan kalau anda diterima bergabung bersama kami. Dan kami harap besok anda bisa datang ke kantor.
Ismi : Alhamdulillah.. terima kasih pak.. pasti besok saya datang kesana pak..
Direktur: baiklah kalau begitu, selamat siang.
Ismi : selamat siang. Alhamdulillah.. terima kasih ya ALLAH atas rezekimu.. aku harus menghubungi ibu dan ayah untuk kabar baik ini.
Kabar itu memang sudah ditunggunya, dan harapannya pun kini menjadi kenyataan. Hari demi hari, dilaluinya. Hingga pada bulan terakhir masa trainingnya, ia mendapat tugas untuk meliput pesawat SUKHOI SUPER JET 100 yang akan melakukan joy flight pada hari rabu 09 Mei pukul 14.00. ismi begitu bersemangat karena sewaktu kecil dia sempat bercita-cita menjadi seorang pramugari. Dan pada saat di kosannya..
Ismi : (adegan menelpon) walaikumsalam ibu. Bu, ismi mau minta izin untuk meliput dipesawat sukhoi pada hari rabu lusa bu. Ini bukan pesawat tempur bu, kali ini sukhoinya pesawat sipil. Jadi InsyALLAH aman bu. Ibu, berikan restumu bu, Ismi sangat ingin meliput disana, ismi ingin naik pesawat bu. Serius bu, terimakasih ya bu atas restunya. Besok ketika ismi mau berangkat akan ismi telfon ibu lagi. Ya sudah kalau begitu bu, assalamualaikum. Alhamdulillah ya ALLAH, aku sangat tidak sabar untuk hari rabu esok.
Di serang, banten. Rumah orang tua Ismi..
Ayah : (menghampiri ibu yang menutup telefon) siapa yang telefon bu ?
Ibu : itu tadi Ismi minta restu untuk meliput di pesawat Sukhoi esok rabu.,
Ayah : lalu ? itu kan pesawat tempur ?
Ibu : ya ibu mengizinkan karena ternyata itu bukan pesawat tempur tapi pesawat sipil dalam rangka promosi di Indonesia.
Ayah : pasti Ismi senang, impian dia naik pesawat terwujud juga akhirnya..
Ibu : doakan saja lah yah, anak itu memang selalu mampu membuktikan niat dan ambisinya..
Ayah : insyALLAH bu, tadi ayah mau mengajak ibu kerumah temen ayah. Ada urusan yang harus ayah selesaikan. Ibu mau ikut ?
Ibu : kalau memang tidak lama ibu mau ikut.
Ayah : paling Cuma 1 jam bu, ayo kalau ibu mau ikut ?
Ibu : ibu ganti baju dulu yah, sebentar saja..
Ayah : baiklah, ayah tunggu diluar kalau begitu.
Hari rabu pun tiba. Dari pagi, suasana hatinya tak menentu.. seakan ada bom waktu yang akan membuat harinya bahagia pada saat itu. Tak lupa ia mengabari sang kekasih untuk memohon izin dan restu meski hanya via BBM (BlackBerry Messanger). Setelah ismi mengabari sang kekasih, ia pun mengabari kedua orang tuanya bahwa ia telah berada di Bandara Halim Perdana Kusuma untuk melakukan liputan.
Ismi : (adegan menelfon) ismi minta izin, 5 menit lagi ismi mau liputan di dalam pesawat. Doakan ismi selamat dan tidak ada kendala apapun ya ibu, ayah.. baiklah bu, ismi tutup dulu telefonnya, assalamualaikum.
Aditya : (menhampiri ismi) ayo naik, nanti kita ketinggalan. Kamu sudah siap kan ?
Ismi : sudah bang, tapi jujur aku deg-degan. Baru kali ini aku naik pesawat..
Aditya : sudah, jangan nervous. Ayo.. kamera dan semuanya sudah siap.. jangan lupa berdoa sebelum pesawat landing.
Ismi : ok bang..
Dan pukul 14.01 pesawat pun mengudara di angkasa. Semuanya nampak baik-baik saja dan terlihat tidak ada kendala. Liputan ismi dan aditya ketika pesawat terbangpun nampak sangat bagus dan mengesankan. Namun, tiba-tiba suasana dalam pesawat kacau. Lampu darurat di dalam pesawat tiba-tiba menyala, merah berbinar berkelap-kelip. Kantong udara jatuh dari atas bangku penumpang. Peswat bergoncang beberapa saat, seluruh penumpang panik hingga tidak ada yang sempat melihat apa yang terjadi. Beberapa penumpang hingga tersungkur dari tempat duduknya karena guncangan tadi. hanya terdengar riuh penumpang dan lantunan memohon ampun kepada Tuhan. Beberapa saat tiba tiba pesawat berhenti berguncang namun para penumpang segera sadar jika pesawat sedang terjun bebas, siap menghantam bukit dibawahnya.
Ismi : bang adit, Aku takut bang..
Aditya : berdoa saja dek.. ALLAHUAKBAR..
Ismi : bang kalau ismi ada salah ismi minta maaf, ALLAHUAKBAR,.. ASTAGFIRLLAH..
Dan mendadak semua gelap, entah berada dimana ini. yang ia tau hanya pesawatnya mengalami kecelakaan. Suasana di kantor pun tak kalah riuh ketika pihak kantor mendapat berita bahwa pesawat SUKHOI SUPER JET 100 yang di tumpangi rekan mereka dinyatakan menghilang. Seketika itu juga pihak kantor juga menghubungi orang tua dari mereka berdua.
Keadaan di Serang..
Ayah : (menggenggam telefon) apa ? kenapa bisa ? baiklah saya akan ke sana sekarang (menutup telefon). Bu, ibu.. ismi bu..
Ibu : ada apa ayah ? ismi kenapa ?
Ayah : pesawat ismi hilang bu, anak kita ibu..
Ibu : Astagfirllah.. yah, ayo kita ke Jakarta sekarang.
Dengan paniknya, dua orang manusia itu bergegas ke Jakarta dan langsung menuju ke bandara untuk mengetahui nasib anak mereka. Kesimpang siuran kabar yang ada di bandara itu membuat hati kedua orang tua ismi pun semakin miris dan tak bisa membayangkan nasib anaknya sekarang. Dan pada kamis sore, pihak bandara pun memberikan konfresi pers bahwa pesawat ditemukan dalam keadaan hacur di sebuah tebing di gunung lak yang memiliki tingkat kecuraman hampir 90 derajat dan sudah ditemukan 12 penumpang dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang tidak utuh. Hati orang tua mana yang tak miris mendengar berita itu. Hanya untaian doa dan harapan yang kini bisa mereka ucapkan. Tidak hanya orang tua ismi, rekan dan para sahabatnya pun tak pula iku merasakan kerisauan hati orang tua ismi.
Ibu : ya ALLAH, anakku.. ismi.. selamatkan dia ya ALLAH.. selamatkan putriku ya ALLAH..
Ayah : istigfar bu, kirim doa saja sekarang bu..
Ibu : ibu kasian sama ismi yah, ibu takut ismi kenapa-kenapa..
Rekan2 : sabar bu, istigfar,. Tim basarnas juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Tawakal bu..
Ibu : astagfirllah, ya ALLAH ya tuhanku..
Memang tak mudah untuk mengevakuasi korban serta puing pesawat di daerah dengan kondisi yang sedemikian itu. Dengan kondisi seperti itu, maka wajar butuh waktu yang cukup lama. Dan sabar serta tawakallah yang mampu dilakukan oleh keluarga korban serta orang tua Ismi. Siapa yang mau mendapat musibah seperti ini. bak pepatah, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Dan kini, hanya doa yang mampu tercurahkan dan teruntai. Yah, lamunan itu tanpa sadar membuat air mata Ismi menetes dan akhirnya ia segera bergegas untuk menghapusnya.
Ismi : astagfirllah, sudah cukup aku megingat ini semua. Ini sudah takdir dari yang maha kuasa. Ibu, ayah.. jika Ismi ada salah maafkan ismi ya bu.. terimakasih atas semuanya.
Dan tiba-tiba angin kencang datang seolah-olah menyeret Ismi secara perlahan-lahan untuk meninggalkan lokasi itu. Seolah-olah waktunya telah habis dan saatnya dia menghadap sang Ilahi. Namun, satu yang pasti bahwa orang tuanya, sahabat, dan orang yang mengenalnya akan terus menyayanginya dan akan mengapresiasi kinerja selama ini.
NB: karya ini terinspirasi dari Tragedi Pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang mengalami kecelakaan di Gn. Salak. ini hanya penggambaran melalui sudut pandang saya sebagai penulis. tidak semua peristiwa yang ada disini real. terimakasih yang telah mau membaca. mohon untuk tidak di copy.
semoga semua korban yang meninggal diterima disisiNya, amin.
semoga semua korban yang meninggal diterima disisiNya, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar